Abu Hasan

مجموعة الاسلامية على نهج سلف الأمة

Minggu, 18 Desember 2016

First note when in Changi

first test 
 25 Juni 2012

SEGALA PUJI BAGI AR-ROHMAN, yang menyelamatkanku dari kematian (12 Juni 2014)

HAMPIR SAJA AKU MATII.....!!!!

(أكثروا ذكر هادم اللذات : الموت )
رواه الترمذي والنسائي وصححه ابن حبان .

Rosululllah bersabda: "banyak-banyaklah kalian mengingat penghancur segala kelezatan, yaitu al-maut"


الموت

hadir tiba-tiba
datang tak diduga
tak pandang usia, siapa, dimana
tiada ampun tiada tunda
tanpa muqodimah tanpa berita

الموت

mematahkan tulang sulbi
mengoyak tulang sendi
menghentikan urat nadi
mencekik jantung hati
jeritan ketakutan tak terperi

الموت

membubarkan segala program
menghancurkan impian
memporakporandakan harapan
meruntuhkan angan-angan
punah sirna semua perencanaan

الموت

menyambar ayah dari keluarganya
merebut bayi dari gendongn ibunya
menculik anak dari induknya
memisah saudara dari kawannya
menceraikan suami dari istrinya

الموت

musibah terbesar
setiap orang lari menghindar
merusak susunan umur
memaksa raja jatuh tersungkur

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ ۗ

"dimanapun kamu berada, kematian akan tetap merenggutmu meskipun kamu berlindung di dalam benteng yang kokoh "

الموت

kesunyian yang panjang
jiwa terkejut, mata tercengang
tidak menunggu musafir pulang
tidak menunggu si lapar kenyang
100 dokter tak bisa menghadang
namamu tinggal dikenang
sakit 70 sayatan pedang
liur berbuih memanggil ratapan

الموت

malapetaka terbesar
engkau lari, dia mengejar
engkau sembunyi, dia menyambar
rona wajahmu segera pudar
cerah tampan takkan lagi bersinar
sejuta rencanamu dipaksa buyar
digdayamu jatuh terkapar
anak2mu menjadi yatim terlantar

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُون

"katakan, sesungguhnya kematian
yangkamu lari darinya, maka sesungguhnya diamenghadangmu,
kemudian kalian akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui ghoib dan yang nyata, maka kalian akan diberitahukan tentang apa2 yang pernah kalian kerjakan ...."

َ
الموت

kelalaianmu terhenyak
ingatanmu teracak-acak
mata melotot terbelalak
kaki menjejak bergerak-gerak
nafasmu tersendat sesak
tangis kekasih pecah terisak
dibawah lahat kamu diinjak-injak

الموت

memanjat tebing
menembus dinding
mendaki benteng
datang langsung membanting
sekaratmu manjadikn sahabatmu merinding

وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ۖ ذَٰلِكَ مَا كُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ (19)

"Dan datang mabuk kematian dengan sebenar-bearnya, demikian itulah yang kamu lari darinya" (suroh Qof:-19)

الموت

tamu tidak sopan
pembesuk tak kenal ampunan
penculik tak kenal kasihan

الموت

dahaga tiada tara
sakit tak terhingga
rasa berat menghimpit dada
harta terkumpul tidak dibawa
mengusir si kaya dari istana
menyeret pemuda masuk keranda
menjungkal pengendara dari kuda
memaksa raja turun tahta

الموت

merobohkan kekuatan
sia-sia perlawanan
tak berguna kesaktian
menyumbat kerongkongan
mencekik tenggorokan
berusaha sekuat tenaga melawan

الموت

betapa banyak......
duka istrimu tak kan terobati
anakmu menjerit sebab kau pergi
hangat kamarmu kian sunyi & sepi
istanamu segera terbeli

الموت

badanmu mulai kaku
lidahmu kian kelu
warna wajah membiru
tulang igamu serasa menyatu
nafasmu terjepit menderu
teringat sejenak kelucuan anak-anakmu
terlintas sekilas nasib akan istrimu
dosa-dosa mengancammu
setan-setan mengerumunimu
menguasai dan menindihmu
gerbang akhirat dibuka untukmu

الموت

pendengaranmu makin melemah
ketajaman tatapanmu kian musnah
ratapanmu hanya tinggal pasrah
munajat $uaramu kian melirih : .
....ya Alloh....ya Alloh....

....tolong hambaMu ini....
....ya Alloh....ya Alloh....

TRIMAKASIH YA ROBB.....
ENGKAU MASIH MEMBERI KAMI
WAKTU untuk memperbaiki diri,
KESEMPATAN UNTUK TERSUNGKUR SUJUD memujaMu.....

لا اله الا أنت،
سبحانك اني كنت من الظالمين

SYI'AH ROFIDHOH ; Agama Angkara Murka

AGAMA ANGKARA MURKA,
AGAMA DENDAM KESUMAT,

SEPERTI yang kita ketahui, Iran adalah salah satu negara Syiah terbesar di dunia. Iran terkenal dengan sejarahnya yaitu ‘Revolusi (Islam) Iran’ yang dipimpin oleh Ayatullah Khomeini, seorang pemimpin besar Syiah.

Namun, pernahkah kita bertanya, “Mengapa Syiah itu berpusat di Iran dan tidak di negara lain?”

Iran merupakan negara yang dahulunya dikenali dengan nama Parsi. Parsi merupakan sebuah kerajaan yang besar dimana mayoritas penduduknya menganut agama Majusi (penyembah api, atau lebih dikenal sebagai Zoroasterisme).

Kehidupan mereka mewah dengan harta benda, kerana memang kota-kota di Parsi indah dan subur, serta peradabannya cukup maju pada masa itu.

Pada abad ke-7 Masehi, ketika cahaya Islam baru saja menjadi satu kekuatan besar dalam percaturan kekuasaan di dunia, Islam tampil sebagai ‘rising star’ di bawah pimpinan Umar Al-Khattab. Ketika itu, Umar mengembangkan wilayah Islam hingga ke Parsi, dimana pada ketika itu Parsi bernama Sassania.

Pertempuran tentara Islam melawan tentara Parsi yang dikenal dengan nama peperangan Qadisiyah, di antaranya Saad bin Abi Waqqash melawan panglima Parsi, Rustum. Parsi akhirnya kalah.

Peperangan demi peperangan melemahkan lagi kerajaan Parsi sekaligus menenggelamkan Kaisar Parsi ke ambang kehancuran. Akhirnya kerajaam Parsi benar-benar runtuh dalam Perang Madain pada tahun 651 Masehi.

Pada ketika itu, banyak kaum Majusi yang berpura-pura memeluk agama Islam. Niat mereka hanyalah satu : untuk menghancurkan Islam dari dalam. Mereka menyusun rencana demi meruntuhkan kekuasaan kaum muslimin dengan cara menyelewengkan ajaran Islam dengan mencampuradukkan aqidah Majusi dan Yahudi.

Dan di antara rencana itu adalah dengan pembunuhan Umar Al-Khattab, Khalifah Islam yang telah meruntuhkan kerajaan Majusi Kaisar Parsi. Itulah mengapa Syiah benar-benar benci kepada Umar Al-Khattab. Kebencian yang amat sangat itu bisa dilihat dengan pengagungan Abu Lu’luah (pembunuh Khalifah Umar) dengan gelar ‘Bapak Pembela Agama’.

Sementara salah seorang puteri kaisar terakhir mereka, yaitu Yazdegerd III telah menjadi tawanan kaum Muslimin sejurus setelah kejatuhan Kaisar Parsi. Puteri Kaisar itu akhirnya dinikahkan dengan Hussein bin Ali bin Abi Thalib. Maka, karena ini jugalah mereka begitu fanatik dan cenderung ‘mendewakan’ Hussein bin Ali. Hussein memiliki keturunan dari puteri Sassania yang mereka anggap sebagai keramat.

Di sini terjawablah sudah mengapa Syiah berpusat di Iran. Syiah adalah agama yang ‘dilahirkan’ untuk membalas dendam kekalahan Kaisar Parsi terhadap Islam.

😡🔥👊🏾Syiah adalah simbol HASAD, DENDAM dan KEMURKAAN YANG MEMUNCAK kaum Parsi kepada bangsa Arab umumnya dan kaum Muslimin khususnya.

[Sumber: berbagai kajian dan fata sejarah

Berbekal Perjalanan Dunia dan Akhirat

Raihlah sedikit perjalanan di Dunia untuk bekal Dunia & Akhirat .....

*** Membawa selusin BODYGUARD bukan jaminan KEAMANAN. Tapi tawakkal, rendah hati, ramah, dan tidak mencari musuh, itulah kunci keamanan.

*** OBAT2AN dan VITAMIN bukan jaminan hidup SEHAT. Jaga ucapan, jaga hati, istirahat cukup, makan dengan gizi seimbang dan olahraga yang teratur, itulah kunci hidup sehat.

*** RUMAH MEWAH nan MAGRONG2 bukan jaminan keluarga BAHAGIA. Tapi mengerti, saling mengasihi, menyayangi, menghormati, dan memaafkan, itulah kunci keluarga bahagia.

*** GAJI TINGGI bukan jaminan KEPUASAN hidup. Bersyukur, mau berkorban, berani berbagi, dan saling menyayangi, itulah kunci kepuasan hidup.

*** KAYA RAYA dan gaya hidup gelamor bukan jaminan hidup TERHORMAT. Tapi jujur, sopan, murah hati, zuhud, dan menghargai sesama, itulah kunci hidup terhormat.

*** Hidup BERFOYA-FOYA bukan jaminan banyak SAHABAT. Tapi setia kawan, lapang dada, berbaik sangka, bijaksana, tidak dengki, mau menghargai, menerima teman apa adanya dan suka menolong, itulah kunci banyak sahabat.

*** KOSMETIKA dan BEAUTY SALON bukan jaminan kecantikan. Tapi semangat, kasih, ceria, ramah, dan senyuman, berakhlak mulia itulah kunci ketampanan dan kecantikan.

*** SATPAM, SECURITY, CCTV, RADAR, ANJING HERDER, KAWAT BERDURI, GEMBOK RAKSASA, BENTENG KOKOH dan PAGAR TINGGI rumah yang kokoh bukan jaminan hidup TENANG. Hati yang damai, dekat dengan Allah, saling kasih dan tiada kebencian itulah kunci ketenangan dan rasa aman.

*** Hidup kita itu sebaiknya ibarat “bulan & matahari”—dilihat orang atau tidak, ia tetap bersinar. Dihargai orang atau tidak, ia tetap menerangi. Dikenal maupun tidak, , dipuja atau tidak, diLIKE atau diKOMEN, Diterimakasihi atau tidak, ia tetap “berbagi”. Dia tetap berbuat karena mencari balasan dari Allah saja.

*** Jika Anda pada detik ini bilang Anda susah, ingatlah : ternyat banyak orang yang lebih susah dari Anda.

*** Jika Anda bilang Anda kaya hari ini, ingat, banyak orang yang lebih kaya dari Anda. Di atas langit, masih ada langit.

*** Suami, istri, anak, jabatan, harta adalah “titipan sementara”. Itulah kehidupan.

*** Nikmatilah hidup selama Anda masih memilikinya dan terus belajar untuk bersyukur dengan keadaanmu! Apapun taqdirmu, terimalah. Apa yang Allah tetapkan untukmu itu lebih baik daripada apa yang anda angan-angankan.

*** Karena Anda tidak akan tahu kapan Sang Pemilik Raga dan nyawa akan datang dan mengatakan pada Anda, “hey, Ini saatnya pulang !!”—memaksa Anda meninggalkan apa pun yang Anda cintai, dan Anda banggakan, serta sombongkan selama ini.

Siap-siap yuk, beribadah....
Mentari telah beranjak senja....
Tidak lama ia akan sirna di cakrawala....
Pulang kembali pada RobNya....
Untuk sujud di bawah ArsyNya...

عَنْ ابْن عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - بِمَنْكِبِي، وَقَالَ: "كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّك غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ". وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ: إذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الْمَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِك لِمَرَضِك، وَمِنْ حَيَاتِك لِمَوْتِك.
رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ [رقم: 6416


Akhukum fiddin, Abu Hasan Magetan

SEKILAS TENTANG; ISU WAHABI

ISLAMISME BUKAN WAHABISME…
TAK ADA YANG BARU KAWAN…

Oleh :
Ustadz Aan Chandra Thalib, حفظه الله تعالى



King Abdul Aziz -rahimahullah- dalam khutbahnya di Makkah tahun 1347 H yang dimuat surat kabar Ummul-Qurra’ edisi Dzulhijjah 1347 H, Mei 1929 M mengatakan:

“Mereka menggelari kami dengan “Wahabiyyun” dan mengatakan madzhab kami adalah “Wahabi” yang merupakan madzhab ke lima. Sungguh ini merupakan kesalahan yang fatal sebagai efek dari kabar bohong yang terus dipropagandakan oleh sebagian kalangan yang memiliki kepentingan.

Kami bukanlah pemeluk madzhab baru ataupun aqidah baru. Muhammad Bin ‘Abdil-Wahab Rahimahullah tidak datang dengan ajaran baru. Aqidah kami adalah aqidah salafush shalih sebagimana yang telah diterangkan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah menurut pemahaman salafush shalih.

Kami menghormati para imam empat, bagi kami tidak ada bedanya antara Malik, Syafi’i, Ahmad, dan Abu Hanifah. Semuanya adalah orang-orang terhormat dalam pandangan kami”. Dalam masaalah fiqih, kami menerapkan madzhab Hambaly.

“Inilah aqidah yang di dakwahkan oleh Syaikhul Islam Muhammad Bin Abdil Wahhab -rahimahullah-.

Inilah aqidah kami…

Aqidah yang dibangun di atas tauhid yang murni kepada Allah azza wa jjala, bersih dari segala noktah-noktah bid’ah.

Aqidah tauhid inilah yang kami dakwahkan…
Aqidah yang dengannya kita dapat menyelamatkan diri kita dari beragam ujian dan musibah”
Adapun pembaharuan yang coba dipropagandakan dengan cara memperdayai kita dengan klaim bahwa pembaharuan itu akan mengangkat kita dari keterpurukan, maka semua itu tidak akan pernah mencapai maksudnya serta tidak akan mendekatkan kita dengan kebahagiaan ukhrowi.

Kaum muslimin akan terus dalam kebaikan, selama mereka berada di atas petunjuk Kitabullah dan Sunnah rasul-Nya. Dan mereka tidak akan mampu meraih kebahagian dunia dan akhirat melainkan dengan ketauhidan yang murni.

Kami tidak menginginkan pembaharuan yang membuat kami kehilangan agama dan aqidah kami. Yang kami inginkan adalah keridhaan Allah, maka cukuplah Dia, dan Dialah sebagai penolong (kami)

Kaum muslimin tidak akan mencapai kemuliaan dengan sekedar pembaharuan saja, namun yang akan membawa mereka pada kemuliaan adalah kembali pada apa yang menjadi pegangan salafussholeh.

Sungguh mereka (sebagian kaum muslimin) telah jauh dari merealisasikan apa yang dibawa oleh Kitabullah dan sunnah Rasul-Nya shallallahu alaihi wasallam. Merekapun tenggelam dalam lembah kenistaan dan dosa, maka Allahpun menghinakan mereka, hingga mereka sampai pada apa yang mereka alami saat ini berupa kehinaan dan keterpurukan. Andai mereka kembali berpegang teguh dengan Kitabullah dan Sunnah rasul-Nya, maka mereka tidak akan ditimpa ujian dan malapetaka, serta kemuliaan dan keagungan mereka takkan pudar” …..
***

[lihat kitab: Tashih Khata’un Taarikhi Haula Al-Wahhabiyah ( Meluruskan Sejarah Seputar Wahhabisme) hal : 132 dan Kitab: Islamiyyah Laa Wahabiyyah (Islamisme dan bukan wahabisme hal: 396 oleh Dr. Nashir ‘Abdil Karim Al-‘Aql]
*****

BERTANYA YANG ANEH-ANEH

BERTANYA YANG ANEH-ANEH

Seperti pertanyaan:

Mengapa sholat magrib 3, mengapa sholat subuh cuma dua roka'at, mengapa sebelum sholat mesti wudhu, mengapa kok puasa di bulan romadhon, mengapa hajji harus di Makkah, mengapa ini, mengapa itu, kenapa begini kenapa kok begitu, semuanya ditanyakan dan menuntut jawaban yang rasional masuk di akal....

Allah ta'la berfirman ;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَسْأَلُوا عَنْ أَشْيَاءَ إِنْ تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ وَإِنْ تَسْأَلُوا عَنْهَا حِينَ يُنَزَّلُ الْقُرْآنُ تُبْدَ لَكُمْ عَفَا اللَّهُ عَنْهَا وَاللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu, niscaya menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu Al Qur'an itu sedang diturunkan, niscaya akan diterangkan kepadamu...).
(المئدة : ١١٠)

إِنَّ الصَّلاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisaa`: 103)

JAWABANNYA adalah: tidak semua masalah hukum agama harus logis rasional alias masuk akal.

Sebab agama ini adalah wahyu dari Allah dan tidak perlu tunduk kepada akal manusia yang terbatas.

Justru akal manusia lah yang wajib tunduk kepada aturan Agama.

Akal manusia buta pada masalah ghoib, seperti masa depan, dunia jin, malaikat, ruh, akhirat.dll
Sehingga akal manusia sangat butuh kepada agama.

Kemudian, tidak semua hukum agama ini wajib dijelaskan hikmahnya secara terperinci. ada yang dijelaskan dan ada yg tidak. Dan bukan merupakan sebuah kewajiban untuk menjelaskan semua perintah agama ini dengan 'rasional'.

Jadi janganlah memaksa agama harus cocok dg akal. Justru akal kita yg sangat terbatas ini WAJIB mencocoki ajaran Islam.

Sebab asal semua yang diperintahkan dalam ajaran islam ini adalah mashlahat (kebaikan).
Maka, kita wajib taat dan tunduk kepada perintah Allah, baik perintah itu masuk akal ataupun tidak.

Bagaimana sikap seorang muslim terhadap : masalah masalah perintah agama yang kadang tidak "rasional" ? Yaitu tetap SAMI'NA WA ATHO'NA.

Dari ‘Ali radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

لَوْ كَانَ الدِّينُ بِالرَّأْىِ لَكَانَ أَسْفَلُ الْخُفِّ أَوْلَى بِالْمَسْحِ مِنْ أَعْلاَهُ وَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَمْسَحُ عَلَى ظَاهِرِ خُفَّيْه
ِ

“Seandainya agama dengan logika, maka tentu bagian bawah khuf (sepatu) lebih pantas untuk diusap daripada atasnya. Sungguh aku pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi mengusap bagian atas khufnya (sepatunya).”
(HR. Abu Daud no. 162. Ibnu Hajar mengatakan dalam Bulughul Marom)

Syaikh Sholeh bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan hafizhohullah berkata, “Hadits ‘Ali dapat diambil kesimpulan bahwa agama bukanlah berdasarkan logika. Namun agama itu berdasarkan dalil. Sungguh Allah sangat bijak dalam menetapkan hukum dan tidaklah Dia mensyari’atkan kecuali ada hikmah di dalamnya.”
(Tashilul Ilmam, 1: 170).

Imam asySyafi'i berkata:

يقول الإمام الشافعي: ((إن للعقل حداً ينتهي إليه، كما أن للبصر حداً ينتهي إليه)
"Sesungguhnya akal itu terbatas seperti pandangan mata yang terbatas berhenti pada keterbatasan itu"

Syaikh Sholeh bin ‘Abdul ‘Aziz bin Muhammad Alu Syaikh hafizhohullah berkata, “Hendaklah setiap muslim tunduk pada hadits yang diucapkan oleh Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.
 Janganlah sampai seseorang mempertentangkan dalil dengan logika. Jika logika saja yang dipakai, maka tidak bisa jadi dalil. Ijtihad dengan logika adalah hasil kesimpulan dari memahami dalil Al Qur’an dan hadits.”
(Syarh Kitab Ath Thoharoh min Bulughil Marom, hal. 249).

Beberapa pelajaran dari hadits di atas:

1- Manusia ini serba LEMAH, terbatas segalanya; umurnya, akalnya, kekuatannya, kemampuannya, hartanya, ilmunya.

2- Seandainya berseberangan antara akal dan dalil, maka wajib mengedepankan dalil. Namun hakekatnya sama sekali tidak mungkin bertentangan antara dalil shahih dan akal yang sehat. Hanya saja karena kadar kemampuan akal yang terbatas.

3- Sumber pedoman hukum syar’i adalah pada dalil Nash AlQuran dan AsSunnah. BUKAN: Akal logika, perasaan, insting naluri, mimpi, wangsit, primbon dan sejenisnya.

4. Yang jelas: manusia yang Alloh beri karunia akal ini wajib disyukuri dan digunakan dengan sebaik-baiknya. Karena karunia akal ini tidak diberikan pada makhluk selain jin dan manusia. Namun akal tidak ada apa-apanya jika dibanding dengan wahyu Allah ta'ala.

﴿وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ﴾. (البقرة : 255)

"Dan mereka tidak bakal mampu meliputi segala sesuatu dari ilmuNya kecuali dengan apa-apa yang Dia kehendaki"

Semoga bermanfaat.
أ خوكم فى الدين : مرضياشة أ بو الحسن

Ar-Rozzaq 1

Buah ranum Asmaul Husna ; Ar-Rozzaq 1:

﴿إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ﴾
( الذاريات: 58)

"Sesungguhnya Allah maha memberi rejeki, pemilik segala kekuatan dan ketangguhan"
- Semua ciptaanNya diberi rejeki secara merata. Dari jenis hewan bersel satu, serangga, primata, tumbuhan, jin dan manusia.

- Dia antarkan jatah rejeki ikan meski pada kedalaman laut yang gelap.

- Dia tunjukkan rejeki rayap yang tak bermata.

- Dia pula tidak lupa rejeki laba2, yang hanya tidur2an saja.

- Untuk semut yang tersembunyi pada celah tanah kecil dan sempit.

- Rejeki udara dan makanan untuk katak antartika dalam beku es salju 3 bulan lamanya meski dia tak bergerak.

﴿وَكَأَيِّنْ مِنْ دَابَّةٍ لَا تَحْمِلُ رِزْقَهَا اللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ﴾
(العنكبوت: 60)

"Dan berapa banyak dari hewan melata yg tak mampu menanggung rejekinya, Allah yang meemberinya rejeki padanya dan juga kepadamu, dan Dia maha mendengar lagi mengetahui"


#Asmaul Husna