Abu Hasan

مجموعة الاسلامية على نهج سلف الأمة

Minggu, 05 Februari 2017

HARUSKAH IKUT BERPESTA PERGANTIAN TAHUN ?

⛔ *HARUSKAH IKUT BERPESTA PERGANTIAN TAHUN ??*
⛔ *DALAM SEMALAM MENGIKUTI 3 AGAMA SEKALIGUS*

🔵Dari Abu ‘Umair bin Anas dari bibinya yang termasuk shahabiyah anshar, dia berkata ;

‏( ﺍﻫْﺘَﻢَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻟِﻠﺼَّﻠَﺎﺓِ ﻛَﻴْﻒَ ﻳَﺠْﻤَﻊُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﻟَﻬَﺎ ، ﻓَﻘِﻴﻞَ ﻟَﻪُ : ﺍﻧْﺼِﺐْ ﺭَﺍﻳَﺔً ﻋِﻨْﺪَ ﺣُﻀُﻮﺭِ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓِ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺭَﺃَﻭْﻫَﺎ ﺁﺫَﻥَ ﺑَﻌْﻀُﻬُﻢْ ﺑَﻌْﻀًﺎ ﻓَﻠَﻢْ ﻳُﻌْﺠِﺒْﻪُ ﺫَﻟِﻚَ ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﺬُﻛِﺮَ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﻘُﻨْﻊُ ‏( ﻳﻌﻨﻲ : ﺍﻟﺒﻮﻕ ‏) ، ﻓَﻠَﻢْ ﻳُﻌْﺠِﺒْﻪُ ﺫَﻟِﻚَ ، ﻭَﻗَﺎﻝَ : ﻫُﻮَ ﻣِﻦْ ﺃَﻣْﺮِ ﺍﻟْﻴَﻬُﻮﺩِ ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﺬُﻛِﺮَ ﻟَﻪُ ﺍﻟﻨَّﺎﻗُﻮﺱُ ، ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﻫُﻮَ ﻣِﻦْ ﺃَﻣْﺮِ ﺍﻟﻨَّﺼَﺎﺭَﻯ ، ﻓَﺎﻧْﺼَﺮَﻑَ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑْﻦُ ﺯَﻳْﺪِ ﺑْﻦِ ﻋَﺒْﺪِ ﺭَﺑِّﻪِ ﻭَﻫُﻮَ ﻣُﻬْﺘَﻢٌّ ﻟِﻬَﻢِّ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ، ﻓَﺄُﺭِﻱَ ﺍﻟْﺄَﺫَﺍﻥَ ﻓِﻲ ﻣَﻨَﺎﻣِﻪِ ‏) ﺭﻭﺍﻩ ﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ ‏( 498 ‏)

“Nabi memikirkan bagaimana cara mengumpulkan orang untuk shalat berjamaah. Ada beberapa orang yang memberikan usulan. Yang pertama mengatakan, *"Kibarkanlah bendera* ketika waktu shalat tiba. Jika orang-orang melihat ada bendera yang berkibar maka mereka akan saling memberi tahukan tibanya waktu shalat’. Namun Nabi tidak menyetujuinya. Orang kedua mengusulkan agar *meniup terompet.* Nabi pun tidak setuju, beliau bersabda, ‘ Membunyikan terompet adalah perilaku orang-orang Yahudi. ’ Orang ketiga mengusulkan agar *memukul lonceng.* Nabi berkomentar, ‘ Itu adalah perilaku Nasrani. ’ Setelah kejadian tersebut, Abdullah bin Zaid bin Abdi Rabbihi pun pulang.” (HR. Abu Daud, no.498 dan Al-Baihaqi, no.1704)

🔵Setelah menyebutkan hadis di atas, Syaikhul Islam mengatakan,

ﻓﻌَّﻠﻞ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻛﺮﺍﻫﺘﻪ ﻟﻠﺒﻮﻕ ﺑﺄﻧﻪ ﻣﻦ ﺃﻣﺮ ﺍﻟﻴﻬﻮﺩ ، ﻭﻛﺮﺍﻫﺘﻪ ﻟﻠﻨﺎﻗﻮﺱ ﺑﺄﻧﻪ ﻣﻦ ﺃﻣﺮ ﺍﻟﻨﺼﺎﺭﻯ ، ﻭﻫﺬﺍ ﻳﻘﺘﻀﻲ ﻧﻬﻴﻪ ﻋﻤﺎ ﻫﻮ ﻣﻦ ﺃﻣﺮ ﺍﻟﻴﻬﻮﺩ ﻭﺍﻟﻨﺼﺎﺭﻯ .

“Bahwasanya Nabi صلى الله عايه ketika beliau tidak suka dengan terompet gaya yahudi yang ditiup, beliau beralasan, itu adalah kebiasaan Yahudi dan tidak suka memukul lonceng karena itu kebiasaan Nasrani…"
(Iqtidha’ Shirat al-Mustaqim , Hal.117 – 118)

🔵Berdasarkan keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa meniup terompet di tahun baru termasuk hal yang tidak disukai Nabi karena meniru kebiasaan orang Yahudi. Seorang yang mencintai Nabinya dan membenci Yahudi tentunya akan lebih memilih petunjuk Nabi dari pada petunjuk Yahudi dan Nasrani yang sesat.

🔵Dari 'Amr bin Abasah asSulami.ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ berkata : aku bertanya ;

‏( ﻗﻠﺖ : ﻳَﺎ ﻧَﺒِﻲَّ ﺍﻟﻠَّﻪِ ، ﺃَﺧْﺒِﺮْﻧِﻲ ﻋَﻤَّﺎ ﻋَﻠَّﻤَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ، ﻭَﺃَﺟْﻬَﻠُﻪُ ، ﺃَﺧْﺒِﺮْﻧِﻲ ﻋَﻦْ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓِ ، ﻗَﺎﻝَ : ﺻَﻞِّ ﺻَﻠَﺎﺓَ ﺍﻟﺼُّﺒْﺢِ ، ﺛُﻢَّ ﺃَﻗْﺼِﺮْ ﻋَﻦْ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓِ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﻄْﻠُﻊَ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲُ ، ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﺮْﺗَﻔِﻊَ ، ﻓَﺈِﻧَّﻬَﺎ ﺗَﻄْﻠُﻊُ ﺣِﻴﻦَ ﺗَﻄْﻠُﻊُ ﺑَﻴْﻦَ ﻗَﺮْﻧَﻲْ ﺷَﻴْﻄَﺎﻥٍ ، ﻭَﺣِﻴﻨَﺌِﺬٍ ﻳَﺴْﺠُﺪُ ﻟَﻬَﺎ ﺍﻟْﻜُﻔَّﺎﺭُ ، ....ُ ‏) ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ ‏( 832 ‏) .

"Wahai nabi, ajarkan kepada kami sholat sebagaimana Allah mengajarkan kepadamu." Kemudian nabi sholat subuh lalu duduk sebentar hingga terbit matahari sampai tinggi. Dan apabila matahari telah terbit, maka janganlah kamu shalat hingga matahari meninggi, karena matahari terbit diantara dua tanduk syetan, dan shalat pada waktu itu adalah *ibadahnya orang-orang kafir.*..... (Riwayat Muslim)

🔵Hadits ini menunjukkan tentang Larangan Keras Menyerupai ibadahnya orang² kafir. Apalagi orang Islam ikut²an beribadah di gereja. Ini namanya kufur. Bukan lagi toleransi.

🔵 Syaikhul Islam berkata :

" ﻓﻘﺪ ﻧﻬﻰ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻋﻦ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﻗﺖ ﻃﻠﻮﻉ ﺍﻟﺸﻤﺲ ﻭﻭﻗﺖ ﺍﻟﻐﺮﻭﺏ ﻣﻌﻠﻼً ﺫﻟﻚ ﺍﻟﻨﻬﻲ ﺑﺄﻧﻬﺎ ﺗﻄﻠﻊ ﻭﺗﻐﺮﺏ ﺑﻴﻦ ﻗﺮﻧﻲ ﺷﻴﻄﺎﻥ ، ﻭﺃﻧﻪ ﺣﻴﻨﺌﺬ ﻳﺴﺠﺪ ﻟﻬﺎ ﺍﻟﻜﻔﺎﺭ .

'Nabi sungguh telah lelarang sholat tepat pada saat terbit matahari dan juga tepat saat terbenam matahari, karena bertepatan munculnya dua tanduk syetan, dan pada saat itu pula orang-orang kafir sujud kepada matahari'

🔵Sudah diketahuI bahwa seorang mukmin tidak bersujud kepada matahari, tapi hanya bersujud kepada Allah semata. Dan seprang muslim *tidak boleh menyerupai ibadahnya orang kafir* menyembah matahari pada saat timbul dan terbenamnya bintang matahari.

🔵 Saddu dzari'ah, pencegahan menyerupai secara lahir agar tidak sama apa yang di dalam batin.

ﻭﻋﻦ ﻋَﺒْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑْﻦَ ﻋَﺒَّﺎﺱٍ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ ﻗﺎﻝ : ﺣِﻴﻦَ ﺻَﺎﻡَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﻮْﻡَ ﻋَﺎﺷُﻮﺭَﺍﺀَ ﻭَﺃَﻣَﺮَ ﺑِﺼِﻴَﺎﻣِﻪِ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ : ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ، ﺇِﻧَّﻪُ ﻳَﻮْﻡٌ ﺗُﻌَﻈِّﻤُﻪُ ﺍﻟْﻴَﻬُﻮﺩُ ﻭَﺍﻟﻨَّﺼَﺎﺭَﻯ ، ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ‏( ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟْﻌَﺎﻡُ ﺍﻟْﻤُﻘْﺒِﻞُ ﺇِﻥْ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺻُﻤْﻨَﺎ ﺍﻟْﻴَﻮْﻡَ ﺍﻟﺘَّﺎﺳِﻊَ ‏) ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﻠَﻢْ ﻳَﺄْﺕِ ﺍﻟْﻌَﺎﻡُ ﺍﻟْﻤُﻘْﺒِﻞُ ﺣَﺘَّﻰ ﺗُﻮُﻓِّﻲَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ . ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ ‏( 1134 ‏) .

🔵 Demikian pula ketika Rosulullah mendapati di Madinah ada orang Yahudi dan Nasrani berpuasa di hari 10 Muharrom, maka nabi selisihi mereka dengan berpuasa di hari 9 nya.

🔵Maka Ibnu 'Abbasﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﺎ ‏ berkata ;

ﺻﻮﻣﻮﺍ ﺍﻟﺘﺎﺳﻊ ﻭﺍﻟﻌﺎﺷﺮ ، ﺧﺎﻟﻔﻮﺍ ﺍﻟﻴﻬﻮﺩ ‏ (ﺃﺧﺮﺟﻪ ﺍﻟﺒﻴﻬﻘﻲ)

"Berpuasalah di hari ke-9 dan hari ke-10, berbedalah dengan Yahudi"

(ﻭﺻﺤﺤﻪ ﺍﻷﻟﺒﺎﻧﻲ ﻓﻲ "ﺣﺠﺎﺏ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﺔ " ‏; ﺹ 177 ‏) .

🔵Inilah dalil tegas tentang larangan menyamai orang² kafir musyrik dari ibadah dan kekhususan mereka. Maka hendaknya seorang muslim memperhatikannya. Betapa banyak manusia bermirip-mirip sedikit demi sedikit dengan kekafiran, akhirnya lama-lama-lama benar² sama persis keyakinannya di dalam batin.

🔵Maka di pergantian tahun yang terjadi di masyarakat kita benar² tercampur aneka ragam kemungkaran. Alias *malam (3 in 1)* three in one. Kesyirikan, kemungkaran dan kemaksiyatan dalam satu malam.

🔵 Nasrani menggunakan lonceng untuk memanggil umatnya untuk beribadah. Orang Yahudi menggunakan terompet untuk memanggil jama'ahnya ketika beribadah. Majusi zoroaster mengyalakan api untuk memanggil jama'ahnya ketika beribadah.

⛔Dan pada countdown jam 00.00 di malam tahun baru, sebagian umat Islam menggunakan ketiganya dalam satu waktu.

🔵Lonceng berbunyi,
Terompet berbunyi,
Kembang api dinyalakan.
Maka malam itu mengikuti tiga agama sekaligus, Nashrani, Yahudi & Majusi.

🔵Malam itu terompet-terompet ditiup oleh bibir-bibir kaum muslimin. Na'udzubullah..

🔵Maka benarlah apa yg telah disabdakan Rasulullah 14 abad yg lalu,

🔵Dari Abu Sa‘id Al Khudri,ia berkata:

Rasululah bersabda,

ﻟَﺘَﺘّﺒِﻌُﻦّ ﺳَﻨَﻦَ ﺍﻟّﺬِﻳﻦَ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻠِﻜُﻢْ . ﺷِﺒْﺮﺍً ﺑِﺸِﺒْﺮٍ ، ﻭَﺫِﺭَﺍﻋﺎً ﺑِﺬِﺭَﺍﻉٍ ﺣﺘﻰ ﻟﻮ ﺩﺧﻠﻮﺍ ﻓﻲ ﺟﺤﺮ ﺿﺐ ﻻﺗﺒﻌﺘﻤﻮﻫﻢ...

"Sungguh kalian akan mengikuti kebiasaan umat-umat sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal,sehasta demi sehasta, sehingga kalau mereka masuk ke dalam lubang biawak sekalipun, niscaya kalianpun akan juga ikut masuk ke dalamnya.

🔵Mereka (para sahabat) bertanya:
Wahai Rasulullah, apakah mereka kaum Yahudi dan Nasrani.?
Lalu beliau berkata, Siapa lagi ?". (HR. Bukhari dan Muslim)

🔵Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan,

"Tidak diragukan lagi bahwa umat Islam ada yang kelak akan mengikuti jejak Yahudi dan Nashrani dalam sebagian perkara". (Majmu’ Al Fatawa, 27:286)

🔵Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda,

ﻣَﻦْ ﺗَﺸَﺒَّﻪَ ﺑِﻘَﻮْﻡٍ ﻓَﻬُﻮَ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ‏
(ﺭﻭﺍﻩ ﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ ‏; ﺍﻟﻠﺒﺎﺱ / 3512 ‏)

"Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka".
(HR.Ahmad 2:50 dan Abu Daud no.4031)

🔵Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda,

ﻟﻴﺲ ﻣﻨﺎ ﻣﻦ ﺗﺸﺒﻪ ﺑﻐﻴﺮﻧﺎ ، ﻻ ﺗﺸﺒﻬﻮﺍ ﺑﺎﻟﻴﻬﻮﺩ ﻭﻻ ﺑﺎﻟﻨﺼﺎﺭﻯ

"Bukan termasuk golongan kami siapa saja yang menyerupai umat selain kami".
(HR.Tirmidzi no.2695)

⛔ *MALAM PERGANTIAN TAHUN, MENJAGA DIRI DARI KEMAKSIATAN*

⛔ Barangkali anda yang tinggal di desa terpencil atau di lingkungan yang baik, tidak percaya bahwa di malam tahun baru itu terjadi berbagai kemaksiyatan di hampir seluruh penjuru bumi. Ada yang berciuman, pesta musik, mabuk, berzina, ikhtilat, meninggalkan sholat dan beraneka ragam kemungkaran.

⛔Justru mereka menyelenggarakan berbagai keramaian pesta, konser, dengan serangkaian dalih ; ini kebaikan. Apa salahnya ? Kelirunya yang mana ? Kenapa begini saja dosa ? Cuma begini saja berdosa, kok kaku sekali.... dijadikan indah anggapan mereka dengan apa yang mereka lakukan.

ﻭَﺯَﻳَّﻦَ ﻟَﻬُﻢُ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟَﻬُﻢْ ﻓَﺼَﺪَّﻫُﻢْ ﻋَﻦِ ﺍﻟﺴَّﺒِﻴﻞِ ﻓَﻬُﻢْ ﻟَﺎ ﻳَﻬْﺘَﺪُﻭﻥ

"Dan setan menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan mereka (yang buruk) itu, sehingga dia (setan) menghalang-halangi mereka dari jalan (yang baik) maka mereka pun tidak mendapatkan petunjuk" (QS. AnNaml : 21)

⛔Joget dansa-dansi bercampur laki-laki perempuan, konser Nyanyian dikatakan sebagai kreatifitas seni dan expresi talenta.....INDAH BUKAN ?

⛔ Menyembah patung bisu gundul kuning plontos, ngalap berkah, meminta dan berdoa kepada mayat di kuburan, dibilang apa ? Ini melestarikan budaya para leluhur dan menghargai maha karya nenek moyang kita.... Indah bukan ?

⛔Mengikuti acara misa natal bersama oleh mahasiswa muslim yang keblinger dengan dalih ; ini menghargai perbedaan toleransi dan prularisme. Oh,..... indaaahnya.

ﻓَﺰَﻳَّﻦَ ﻟَﻬُﻢُ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟَﻬُﻢْ ﻓَﻬُﻮَ ﻭَﻟِﻴُّﻬُﻢُ ﺍﻟْﻴَﻮْﻡَ ﻭَﻟَﻬُﻢْ ﻋَﺬَﺍﺏٌ ﺃَﻟِﻴﻢ
ٌ
"Maka setan menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan (yang buruk) itu, sehingga dia (setan) menjadi pemimpin mereka pada hari ini dan mereka akan mendapat siksa yang sangat pedih." (QS. An-Nahl : 63)

⛔ Memakai rok mini hingga pangkal auratnya terlihat, pakai baju semi terbuka, tampak pusar dan tato dadanya. Bilangnya apa ? Ya inilah trend masa kini, memang style dan mode yang begini, sense of fashionable, mengikuti perkembangan modernisasi ya begini. Rasional dan logis bukan alasannya ? ......Indah bukan ?

⛔ *SEJARAH SEBENARNYA PERAYAAN 1 JANUARI*

🐾 1 Januari. Sebenarnya berasal dari nama dewa bangsa Romawi kuno, Janus, dewa pintu dan semua permulaan. Menurut sejarah, Janus adalah dewa sakti bermuka dua (satu muka ke depan dan yang satu lagi ke belakang).

🔵Tahun Baru pertama kali dirayakan pada 1 Januari 45 SM. Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah berlaku sejak abad ketujuh SM. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.

🐾 Sehingga urutan bulan menjadi:
1) Januarius,
2) Februarius,
3) Martius,
4) Aprilis,
5) Maius,
6) Iunius,
7) Quintilis,
8) Sextilis,
9) September,
10) October,
11) November,
12) December.

🔵 Pada tahun 1582 M Kalender Julian diganti dengan Kalender Gregorian. Dinamakan Gregorian karena dekrit rekomendasi dikeluarkan oleh Paus Gregorius XIII. Dekrit ini disahkan pada tanggal 24 Februari 1582 M. Isinya antara lain tentang koreksi daur tahun kabisat dan pengurangan 10 hari dari kalender Julian. Pada tahun 1582 M Paus Gregorius XIII juga mengubah Perayaan Tahun Baru Umat Kristen dari tanggal 25 Maret menjadi 1 Januari.

🔵Agama Yahudi merayakan dan menyebut perayaan tahun baru mereka dengan nama Rosh Hashanah, yang berarti “Kepala Tahun”. Rosh Hashanah ini digunakan umat Yahudi untuk memperingati penciptaan dunia seperti yang ditulis dalam Talmud, kitab suci mereka. Mereka merayakannya dengan cara berdoa di sinagog, dan meniupkan bunyi-bunyian dari shofar (tanduk).

🔵Cara perayaan tahun baru Orang Yahudi dengan budaya meniupkan bunyi-bunyian ini diadopsi dan dimodifikasi oleh orang-orang non Yahudi, termasuk di Indonesia hanya saja untuk menghasilkan bunyi-bunyian saat ini bukan dari shofar (tanduk), melainkan bunyi-bunyian dari terompet. Inilah sejarah secara valid diambil dari berbagai sumber.

🌺 Semoga Allah menjaga kita, keluarga kita dari berbagai fitnah. Fitnah syubhat dan fitnah syahwat maksiyat. Amiin.

✍ أبو الحسن
🍒 Follow us :
www. *abuhasanm.blogspot.com*
Grup WA أهل السنة والجماعة

LARANGAN KERAS MENGUCAPKAN : SELAMAT ATAS LAHIRNYA ANAK TUHAN

☝🏻 *LARANGAN KERAS MENGUCAPKAN : SELAMAT ATAS LAHIRNYA ANAK TUHAN (NATAL)*

🔵 Inilah akibat perayaan natal (memperingati hari kelahiran Isa Al Masih)

🌹Allah -subhanahu wa ta'ala- berfirman:

ﻭَﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺍﺗَّﺨَﺬَ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦُ ﻭَﻟَﺪﺍً ‏(88‏)
ﻟَﻘَﺪْ ﺟِﺌْﺘُﻢْ ﺷَﻴْﺌﺎً ﺇِﺩّﺍً ‏(89 ‏)
ﺗَﻜَﺎﺩُ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕُ ﻳَﺘَﻔَﻄَّﺮْﻥَ ﻣِﻨْﻪُ ﻭَﺗَﻨﺸَﻖُّ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽُ ﻭَﺗَﺨِﺮُّ ﺍﻟْﺠِﺒَﺎﻝُ ﻫَﺪّﺍً ‏( 90 ‏)
ﺃَﻥ ﺩَﻋَﻮْﺍ ﻟِﻠﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﻭَﻟَﺪﺍً ‏( 91 ‏)
ﻭَﻣَﺎ ﻳَﻨﺒَﻐِﻲ ﻟِﻠﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺃَﻥ ﻳَﺘَّﺨِﺬَ ﻭَﻟَﺪﺍً ‏( 92 ‏)
ﺇِﻥ ﻛُﻞُّ ﻣَﻦ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﺇِﻟَّﺎ ﺁﺗِﻲ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﻋَﺒْﺪﺍً ‏(93‏)

*"Dan mereka mengatakan bahwa Allah punya seorang anak* (88)
Sungguh kalian telah mendatangkan suatu perkara yang sangat keji/mungkar (89)
Hampir saja langit pecah karenanya dan bumi terbelah serta gunung menjadi runtuh dengan sehancur-hancurnya (90)
Karena mereka menuduh bahwa Allah punya anak (91)
Padahal tidaklah patut bagi Allah mempunyai anak (92)
Tidaklah yang ada di langit dan di bumi kecuali seluruhnya akan datang kepada Allah sebagai seorang hamba (93)".
______
(QS. Maryam : 88-93)

🔵 Tidak pantas seorang manusia yang hina dan lemah berani dan lancang menyematkan sifat² buruk kepada Tuhan Yang Agung. Menistakan Allah dengan mensifatinya ; punya anak, punya istri, punya mbah, tuhan beranak.

☝Allah تعالى tidak pantas memiliki Anak dan diperanakkan. Sungguh keji seorang yang berkata "selamat atas lahirnya anak tuhan (natal)". "Selamat atas lahirnya cucu tuhan", "Selamat atas lahirnya bapaké tuhan".

ﻗُﻞْ ﻫُﻮَ ﺍﻟﻠَّﻪُ *ﺃَﺣَﺪٌ*‏
ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﻟﺼَّﻤَﺪُ ‏
ﻟَﻢْ ﻳَﻠِﺪْ ﻭَﻟَﻢْ ﻳُﻮﻟَﺪْ
ﻭَﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦْ ﻟَﻪُ ﻛُﻔُﻮًﺍ ﺃَﺣَﺪٌ ‏

1. Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha *Esa*
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”

📝 Abu Hasan

PALING SAYANG KEPADA MANUSIA

*ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ارحمهم للناس*

*AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH : PALING SAYANG KEPADA MANUSIA*

من أصول ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻳﺘﺒﻌﻮﻥ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﺍﻟﺴﻨﺔ ، ﻭﻳﻄﻴﻌﻮﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ، ﻓﻴﺘﺒﻌﻮﻥ ﺍﻟﺤﻖ ﻭﻳﺮﺣﻤﻮﻥ ﺍﻟﺨﻠﻖ ‏.

*Di antara prinsip mendasar ahlussunnah wal jama'ah adalah mengikuti AlQuran dan AsSunnah, mentaati Allah dan rosulNya, mengikuti kebenaran dan menyayangi makhluk*

ﺃﻋﺮﻑ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺑﺎﻟﺤﻖ ، ﻭﺃﺭﺣﻢ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺑﺎﻟﺨﻠﻖ

*Orang yang paling mengetahui AlHaq, dan paling sayang kepada orang*

[‏ﻭﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻓﻴﻬﻢ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻭﺍﻟﻌﺪﻝ ﻭﺍﻟﺮﺣﻤﺔ ، ﻓﻴﻌﻠﻤﻮﻥ ﺍﻟﺤﻖ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﻜﻮﻧﻮﻥ ﺑﻪ ﻣﻮﺍﻓﻘﻴﻦ ﻟﻠﺴﻨﺔ ﺳﺎﻟﻤﻴﻦ ﻣﻦ ﺍﻟﺒﺪﻋﺔ ، ﻭﻳﻌﺪﻟﻮﻥ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺧﺮﺝ ﻣﻨﻬﺎ ﻭﻟﻮ ﻇﻠﻤﻬﻢ]

Ahlussunnah wal jama'ah memiliki kaedah² ilmu, sikap keadilan, rasa kasih sayang, mereka mengetahui kebenaran dan mengajarkannya. Mereka berupaya mencocoki sunnah, menghindari bid'ah, dan bersikap adil kepada orang yang keluar dari prinsip² ini.

Syaikhul Islam ﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ berkata ;

‏« ... ﻭَﺍﻟْﺨَﻮَﺍﺭِﺝُ ﺗُﻜَﻔِّﺮُ ﺃَﻫْﻞَ ﺍﻟْﺠَﻤَﺎﻋَﺔِ ، ﻭَﻛَﺬَﻟِﻚَ ﺃَﻛْﺜَﺮُ ﺍﻟْﻤُﻌْﺘَﺰِﻟَﺔِ ﻳُﻜَﻔِّﺮُﻭﻥَ ﻣَﻦْ ﺧَﺎﻟَﻔَﻬُﻢْ ﻭَﻛَﺬَﻟِﻚَ ﺃَﻛْﺜَﺮُ ﺍﻟﺮَّﺍﻓِﻀَﺔِ ﻭَﻣَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳُﻜَﻔِّﺮْ ﻓُﺴِّﻖَ .ﻭَﻛَﺬَﻟِﻚَ ﺃَﻛْﺜَﺮُ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟْﺄَﻫْﻮَﺍﺀِ ﻳَﺒْﺘَﺪِﻋُﻮﻥَ ﺭَﺃْﻳًﺎ ، ﻭَﻳُﻜَﻔِّﺮُﻭﻥَ ﻣَﻦْ ﺧَﺎﻟَﻔَﻬُﻢْ ﻓِﻴﻪِ ، ﻭَ ﺃَﻫْﻞُ ﺍﻟﺴُّﻨَّﺔِ ﻳَﺘَّﺒِﻌُﻮﻥَ ﺍﻟْﺤَﻖَّ ﻣِﻦْ ﺭَﺑِّﻬِﻢُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺟَﺎﺀَ ﺑِﻪِ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝُ ، ﻭَﻟَﺎ ﻳُﻜَﻔِّﺮُﻭﻥَ ﻣَﻦْ ﺧَﺎﻟَﻔَﻬُﻢْ ﻓِﻴﻪِ ، ﺑَﻞْ ﻫُﻢْ ﺃَﻋْﻠَﻢُ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ ﻭَﺃَﺭْﺣَﻢُ ﺑِﺎﻟْﺨَﻠْﻖِ ،
ﻛَﻤَﺎ ﻭَﺻَﻒَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺑِﻪِ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴﻦَ ﺑِﻘَﻮْﻟِﻪِ :

"Orang² khowarij mengkafirkan ahlussunnah, dan sebagian kelompok muktazilah juga mengkafirkan orang yang berbeda dengannya, orang Syi'ah Rofidhoh juga mengkafirkan ahlussunnah. Dan kebanyakan pengikut hawa nafsu mengkafirkan orang yang menyelisihinya. Namun Ahlussunnah mengikuti (ittiba') kebenaran dari Robbnya yang diajarkan oleh RosulNya, tidak mengkafirkan karena sebab berbeda (semata² hawa nafsu), akan tetapi mereka kelompok yang paling mengetahui kebenaran dan paling penyayang kepada manusia.

Sebagaimana yang Allah sifatkan dalam firmanNya ;

ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺧَﻴْﺮَ ﺃُﻣَّﺔٍ ﺃُﺧْﺮِﺟَﺖْ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱ تأمرون بالمعروف وتنهون عن المنكرِ ‏[ ﺁﻝِ ﻋِﻤْﺮَﺍﻥَ : 110] .

"Kalian adalah sebaik² umat yang dikeluarkan untuk menyeru manusia, menyeru kepada yang baik dan mencegah dari yang mungkar.."

Sahabat Abu Huroirah berkata :

خير أمة أي : ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺧَﻴْﺮَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ‏» .

"Kalian sebaik² umat maksudnya kalian sebaik² manusia kepada manusia yang lain"

(ﻣﻨﻬﺎﺝ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﺍﻟﻨﺒﻮﻳﺔ ‏: /5 158 ‏)
حاول ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ان يكون ﺃﺭﺣﻢ ﺍﻟﺨﻠﻖ ﺑﺎﻟﺨﻠﻖ

Maka, seorang Ahlussunnah berupaya menjadi orang yang penyayang kepada sesama mahkluk.
Demikian pula yang dicontohkan oleh rosulullah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ untuk 'rohmatan lil 'alamiin'. Kasih sayang seluruh dunia.

ﻭَﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﻨَﺎﻙَ ﺇِﻟَّﺎ ﺭَﺣْﻤَﺔً ﻟِﻠْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦَ ‏[ ﺍﻷﻧﺒﻴﺎﺀ : 107]

"Dan tidaklah Kami mengutusmu (waha Muhammad) melainkan sebagai Rahmat (penebar kasih sayang ) kepada seluruh alam".

Rosulullah adalah manusia yang paling penyayang. Mengajak manusia agar selamat dan bahagia si dunia dan akhirat. Dipenuhi jiwa berbelas kasih, mudah kasihan dan iba kepada manusia.

Rosulullah bukanlah pengutuk, pelaknat, kasar dan jahat. Maka hendaklah ahlussunnah yang meneladani beliau juga demikian. Berjiwa lembut dan penyayang kepada manusia. Menghendaki keselamatan untuk semua orang. Tidak kasar, tidak mudah memaki, tidak bengis, tidak bringas, tidak jahat. Orang yang mengaku ahlussunnah tetapi tidak punya jiwa penyayang, kasar kepada istri, kaku dan tidak lembut kepada anak²nya, tidak ada jiwa belas kasihan kepada orang miskin maka dia itu sunni palsu. Masih sebatas ngaku-ngaku.

Karena telah jelas bagaimana teladan kasih sayang rosulullah dalam keluarganya, sahabatnya, masyarakat umatnya, bahkan bagaimana sayangnya kepada budak dan hewan sekalipun.

Generasi akhir yang semakin jauh dari jarak kurun generasi sahabat, lebih² di zaman ini sang dianjurkan menghidup²kan manhaj generasi terbaik itu, termasuk akhlak mereka dan suluk mereka. Dan inilah keistimewaan aqidah dan dan manhaj salaf, ahlussunnah wal jama'ah. Senantiasa berupaya meniru mereka dalam beragama.

Bahkan seandainya ada contoh dan ajarannya bagaimana tata cara menyisir rambut atau menggaruk kepala yang gatal sekalipun Niscaya pasti ditiru. Andai saja ada sunnahnya cara menggoreng ikan, niscaya juga berusaha mereka tiru.

Kaum muslimin tidak hanya mementingkan sisi aqidah, atau sisi ilmu, atau manhaj semata. Namun masalah akhlak dan suluk juga menjadi perhatian yang utama. Meskipun beberapa oknum terjatuh dalam akhlak perilaku yang buruk itu salahnya oknum terkait. Bukan ajaran Islam yang buruk pada dasarnya. Dengan demikian ahlussunnah seharusnya berupaya memiliki akhlak yang baik, terutama akhlak penyayang. Mudah iba dan berbelas kasih.

ﻭﻗﺎﻝ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻛﻤﺎ ﻓﻲ " ﺷﻔﺎﺀ ﺍﻟﻌﻠﻴﻞ " ﺹ :113 ﻭﻫﻮ ﻳﺘﻜﻠﻢ ﻋﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ : "

Apabila mereka mengetahui al-Haq Mereka berusaha mencocokinya. Dan mereka berlepas diri dari kebatilan dan para pelakunya. Apabila mereka didholimi tidak membalas kedoliman dengan kedholiman. Kebid'ahan dengan kebid'ahan. Bila mendapatkan keburukan tidak membalas dengan keburukan. Tidak membalas cacian dengan cacian serupa. Tapi justru memaafkan.

Mereka mengatakan kebenaran ,menghukumi sesuatu perkara dengan adil, sebagaimana yang diperintahkan Allah. Mereka umat pertengahan, bersikap washitiyah.

ﻓَﻠِﺬَﻟِﻚَ ﻓَﺎﺩْﻉُ ﻭَﺍﺳْﺘَﻘِﻢْ ﻛَﻤَﺎ ﺃُﻣِﺮْﺕَ ﻭَﻻ ﺗَﺘَّﺒِﻊْ ﺃَﻫْﻮَﺍﺀَﻫُﻢْ ﻭَﻗُﻞْ ﺁﻣَﻨْﺖُ ﺑِﻤَﺎ ﺃَﻧْﺰَﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻣِﻦْ ﻛِﺘَﺎﺏٍ ﻭَﺃُﻣِﺮْﺕُ ﻷﻋْﺪِِﻝَ ﺑَﻴْﻨَﻜُﻢُ ."

Maka karena itu serulah (mereka kepada agama itu) dan tetaplah istiqamah sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah: "Aku beriman kepada semua kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu..." (QS. Asy Syura: 15)

( ﺇﻋﻼﻡ ﺍﻟﻤﻮﻗﻌﻴﻦ : 148/4 )


Semoga bermanfaat

Kuatnya ittiba' para sahabat

🌺 *Kuatnya ittiba' para sahabat*

🌺 *Petuah-petuah Indah Ulama Ahlus Sunnah*

ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴﻢ
ِ
# Petuah_Ulama (184) Teladan Terbaik dalam Mengamalkan Sunnah dan Peringatan bagi yang Melecehkan Sunnah :




 🔵 Sahabat yang Mulia Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiyallahu'anhu berkata,


ﻟﺴﺖ ﺗﺎﺭﻛﺎ ﺷﻴﺌﺎ ﻛﺎﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻌﻤﻞ ﺑﻪ ﺇﻻ ﻋﻤﻠﺖ ﺑﻪ ، ﻭﺇﻧﻲ ﻷﺧﺸﻰ ﺇﻥ ﺗﺮﻛﺖ ﺷﻴﺌﺎ ﻣﻦ ﺃﻣﺮﻩ ﺃﻥ ﺃﺯﻳﻎ

"Aku tidak pernah meninggalkan satu pun yang pernah diamalkan oleh Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam kecuali aku mengamalkannya, dan sungguh aku takut apabila aku meninggalkan satu saja perintah beliau maka aku akan tersesat."
[Al-Ibaanah libni Batthoh, 1/246]

🔵 Ibnu Batthoh rahimahullah berkata,

ﻫﺬﺍ ﻳﺎ ﺇﺧﻮﺍﻧﻲ ﺍﻟﺼﺪﻳﻖ ﺍﻷﻛﺒﺮ ﻳﺘﺨﻮﻑ ﻋﻠﻰ ﻧﻔﺴﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺰﻳﻎ ﺇﻥ ﻫﻮ ﺧﺎﻟﻒ ﺷﻴﺌﺎ ﻣﻦ ﺃﻣﺮ ﻧﺒﻴﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻤﺎﺫﺍ ﻋﺴﻰ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻣﻦ ﺯﻣﺎﻥ ﺃﺿﺤﻰ ﺃﻫﻠﻪ ﻳﺴﺘﻬﺰﺋﻮﻥ ﺑﻨﺒﻴﻬﻢ ﻭﺑﺄﻭﺍﻣﺮﻩ ﻭﻳﺘﺒﺎﻫﻮﻥ ﺑﻤﺨﺎﻟﻔﺘﻪ ﻭﻳﺴﺨﺮﻭﻥ ﺑﺴﻨﺘﻪ ! ﻧﺴﺄﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻌﺼﻤﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﺰﻟﻞ ﻭﺍﻟﻨﺠﺎﺓ ﻣﻦ ﺳﻮﺀ ﺍﻟﻌﻤﻞ .

"Inilah wahai saudara-saudaraku Ash-Shiddiq yang terbesar, mengkhawatirkan dirinya akan tersesat apabila ia menyelisihi satu perintah Nabinya shallallahu'alaihi wa sallam, maka apa yang akan terjadi dengan orang-orang yang mengolok-olok Nabi mereka dan perintah-perintah beliau di masa ini, serta bangga dengan menyelisihi beliau dan mempermainkan sunnah beliau.? Kita memohon kepada Allah penjagaan dari kesesatan, dan keselamatan dari amalan yang jelek."
[Al-Ibaanah, 1/246]

🔵 Sungguh, para sahabatnya telah berjalan dalam prinsip ini, yaitu berpegang dengan kuat dengan ajaran nabi. Mereka sangat mencintai, sangat mentaati, sangat mengagungkan rosulullah. *Sunnah² rosulullah, perintah²nya, ucapan²nya, petunjuknya menjadi sesuatu yang paling utama bagi mereka. Merupakan sesuatu yang paling penting dalam hidup mereka*. Sebagai hal nomor satu, terdepan dari segala urusan. Bagi mereka, ucapan dan sabda- sabda nabi adalah nomor 1 dan terdepan. Tiada ucapan siapapun dari manusia yang mendahuluinya.

🔵 Mereka berpayah -payah mengamalkan sunnah, sabda-sabda nabi mereka jaga, mereka hidup²kan dan lestarikan. Jika ada orang menentangnya atau melecehkannya, memperolok-oloknya dengan sengaja atau canda, maka mereka memarahinya, memperingati dengan tegas, menghukumnya, menuntutnya, menghajernya, sampai tidak mengajaknya berbicara, bahkan pelakunya didera, ditakzir dan sampai dihukum. Sebagai pembelaan dan pengagungan kepada 'sunnah' nabi yang mulia.

🔵 Dengan demikian mereka menjaga sunnah ini dari makar para perusak dari kalangan pembenci agama ini. Mereka menasehati orang² yang menyimpang.

🔵 Demikian pula generasi setelah mereka, tabi'in. Mereka juga berjalan dan menempuh teladan dari generasi sebelumnya. Memegang dengan kuat sunnah nabinya.

ﻭﺑﺎﻟﻠﻪ ﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ ﻭﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻧﺒﻴﻨﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ


Semoga bermanfaat.

WAJIBNYA MENTAATI ROSULULLAH

🌺 *وجوب طاعة الرسول*
*WAJIBNYA MENTAATI ROSULULLAH*

Muhammad bin Muhammad alMukhtar bin Muhammad assyinqity

ﺇﻥَّ ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ،
Sesungguhnya Allah mengutus rosulNya ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ kepada seluruh manusia untuk menjelaskan kepada mereka apa yang Allah ajarkan dari agamanya, mengeluarkan mereka dari kegelapan kesesatan kepada cahaya perunjuk kebahagiaan, menunjuki meteka kepada jalan yang lurus, mewajibkan ketaatan dan ketundukan kepada perintah Tuhan semesta alam. Demikian pula memerintahkan manusia untuk mencintai, mentati, patuh dan mengagungkan ajarannya.

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁَﻣَﻨُﻮﺍ ﺃَﻃِﻴﻌُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺃَﻃِﻴﻌُﻮﺍ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝَ ﻭَﺃُﻭﻟِﻲ ﺍﻟْﺄَﻣْﺮِ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ‏[ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ : 59‏]

"Wahai orang² yang beriman, taatlah kepada Allah taatlah jepada rosulNya dan penguasa di antara kalian"

Rosulullah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ bersabda :
 ‏« ﻻ ﻳﺆﻣﻦ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﺣﺘﻰ ﺃﻛﻮﻥ ﺃﺣﺐَّ ﺇﻟﻴﻪ ﻣﻦ ﻭﺍﻟﺪﻩ ﻭﻭﻟﺪﻩ ﻭﺍﻟﻨﺎﺱ ﺃﺟﻤﻌﻴﻦ .
(ﺃﺧﺮﺟﻪ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ :‏ ﺡ 15 ﻭﻣﺴﻠﻢ : ﺡ 70 ‏)

"Tidak beriman salah seorang dari kalian sampai aku lebih kamu cintai daripada orangtuanya, anaknya dan manusia seluruhnya"

Sungguh, para sahabatnya telah berjalan dalam prinsip ini. Mereka sangat mencintai, sangat mentaati, sangat mengagungkan rosulullah. Sunnah² rosulullah, perintah²nya, ucapan²nya, petunjuknya menjadi sesuatu yang paling utama bagi mereka. Merupakan sesuatu yang paling penting dalam hidup mereka. Sebagai hal nomor satu, terdepan dari apapun. Bagi mereka, ucapan dan sabda- sabda nabi adalah nomor 1 dan terdepan. Tiada ucapan siapapun dari manusia yang mendahuluinya.

Mereka berpayah -payah mengamalkan sunnah, sabda-sabda nabi mereka jaga, mereka hidup²kan dan lestarikan. Jika ada orang menentangnya atau melecehkannya, memperolok-oloknya dengan sengaja atau canda, maka mereka memarahinya, memperingati dengan tegas, menghukumnya, menuntutnya, menghajernya, sampai tidak mengajaknya berbicara, bahkan pelakunya didera, ditakzir dan sampai dibunuh. Sebagai pembelaan dan pengagungan kepada 'sunnah' nabi.

Dengan demikian mereka menjaga sunnah ini dari makar para perusak dari kalangan pembenci agama yang benar ini. Mereka menasehati orang² tang menyimpang.

Demikian pula generasi setelah mereka, tabi'in. Mereka juga berjalan dan menempuh teladan dari generasi sebelumnya. Memegang dengan kuat sunnah nabinya.

Hingga setelah jauh dari zaman mereka, manusia mulai pudar pelan-pelan dari petunjuknya, meredup keimanannya, melemah dan layu amalnya, mulai timbul perilku nifaq, merajalela fitnah syahwat dan syubhat, mulai menipis kezuhudannya, tergerus sikap ketundukan dan waro' nya dalam beragama.

Hingga pada faktanya, banyak manusia sepeninggalnya mulai berani menentang, berbicara semaunya, berkomentar, ngomong sembrono dan membantah semaunya terhadap sunnah² nabinya ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ .
Kini zaman, zaman penuh fitnah yang menggerus keimanan. Hingga kita banyak melihat fenomena yang mengherankan, yang hal itu belum terjadi di era awal generasi. Manusia sudah terjangkit benih² kemunafikan di hatinya. Berani terang²an menghina dan memperolok² ajaran nabi yang mulia dengan logika akalnya dan pendapat² pribadinya penuh penentangan. Memperolok -olok tentang jenggot, cadar, hijab, larangan isbal, jubah, siwak, sholat, sutroh dan sebagainya.

Maka banyak mulai muncul di zaman ini orang² yang mulai sinis dengan ajaran² sunnah, membenci pengikut² nabi (ittiba'). Mendewa²kan akal logika dan perasaan. Berlindung di balik alasan² masuk akal. Mereka mensifati para pengikut sunnah nabi dengan nama² dan julukan buruk, menghinakan para pengikut sunnah, mentertawakannya, memperolok²nya. Sungguh ucapan mereka dalam menghina ajaran nabi akan mencelakakannya,
‏
« ﻭﺇﻥ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﻟﻴﺘﻜﻠﻢ ﺑﺎﻟﻜﻠﻤﺔ ﻣﻦ ﺳﺨﻂ ﺍﻟﻠﻪ ﻻ ﻳﻠﻘﻲ ﻟﻬﺎ ﺑﺎﻻً ﻳﻬﻮﻱ ﺑﻬﺎ ﻓﻲ ﺟﻬﻨﻢ .
( ﺃﺧﺮﺟﻪ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ‏: ﺡ 6478 ‏) .

"Sesungguhnya ada seorang hamba berbicara dengan satu kata tang Allah murkai dan dia tidak menyangka hal itu mengakibatkan dia ditemungkupkan ke dalam neraka jahannam"
Kebanyakan manusia lalai dan dan mengacuhkan sesuatu yang berbahaya, yaitu melecehkan agama. Padahal melecehkan agama bisa menjadi kafir pelakunya. Sama saja apakah dengan cara sungguh² ataupun main- main dan canda² saja. Melecehkan ajaran agama Islam dengan tertawa² sambil bercanda menyebabkan pelkaunya kafir, keluar dari millah Islam.

Ibnu Qudamah berkata :

ﻣﻦ ﺳﺐَّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻛﻔﺮ ، ﺳﻮﺍﺀ ﻛﺎﻥ ﻣﺎﺯﺣًﺎ ﺃﻭ ﺟﺎﺩًﺍ ، ﻭﻛﺬﻟﻚ ﻣﻦ ﺍﺳﺘﻬﺰﺃ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ، ﺃﻭ ﺑﺂﻳﺎﺗﻪ ، ﺃﻭ ﺑﺮﺳﻠﻪ ، ﺃﻭ ﻛﺘﺒﻪ .

"Barangsiapa yang mencela Allah tanala maka kafir, sama saja apakah dia sungguhan atau main². Demikian pula orang yang memperolok² dan merendahkan, menghina, menistakan Allah, ayat² alQuran, rosulNya, ajarannya"
( ﺍﻟﻤﻐﻨﻲ ‏: 12/298 ‏) .

Melecehkan ajaran Islam ini baik semua atau sebagian adalah sesuatu yang berbahaya. Akibatnya berupa siksa yang pedih di akhirat. Dan di dunia juga harus dipidana sampai didera sebagai pelajaran yang setimpal dan peringatan untuknya.

Tentang pengertian *sunnah* ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ, dari segi ilmu fiqih, berbeda dengan pengertian menurut pandangan ilmu hadits, beda juga dari pandangan ulama' hadits. Yang dimaksud disini adalah pengertian secara umum. *Sunnah* secara umum yang meliputi hukum baik wajib maupun sunnah mencakup aqidah, ibadah, muammalah, suluk manhaj, akhlak dalam syari'at ini.

Para ulama dahulu mendefinisikan *sunnah* dengan;

ﺍﻟﺴُّﻨﺔ ‏» ﻫﻲ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﺑﺎﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﺍﻟﺴُّﻨﺔ ، ﻭﺍﻻﻗﺘﺪﺍﺀ ﺑﺼﺎﻟﺢ ﺍﻟﺴﻠﻒ ، ﻭﺍﺗِّﺒﺎﻉ ﺍﻷﺛﺮ .

"Amalan dengan berlandaskan alQuran dan asSunnah dan mengikuti orang dahulu (salaf) yang sholih serta ittiba' kepada atsar".
( ﺍﻟﺤﺠﺔ ﻓﻲ ﺑﻴﺎﻥ ﺍﻟﻤﺤﺠﺔ ‏: 2/428 ‏) .

Abul Qosim al-Ashbahani berkata :

‏« ﺍﻟﺴُّﻨﺔ ‏» ﺍﻟﺴﻴﺮﺓ ﻭﺍﻟﻄﺮﻳﻘﺔ ، ﻗﻮﻟﻬﻢ ‏« ﻓﻼﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺴُّﻨﺔ ‏» ، ﻭ ‏« ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴُّﻨﺔ ‏» ، ﺃﻱ ﻫﻮ ﻣﻮﺍﻓﻖ ﻟﻠﺘﻨـﺰﻳﻞ ﻭﺍﻷﺛﺮ ﻓﻲ ﺍﻟﻔﻌﻞ ﻭﺍﻟﻘﻮﻝ ، ﻭﻷﻥَّ ﺍﻟﺴُّﻨﺔ ﻻ ﺗﻜﻮﻥ ﻣﻊ ﻣﺨﺎﻟﻔﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻣﺨﺎﻟﻔﺔ ﺭﺳﻮﻟﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ .

"Sunnah yaitu thoriqoh (jalan), seperti ucapan fulan di atas sunnah dan ahlussunnah, maksudnya dia bersesuaian dengan atsar dala ucapan nya dan perbuatannya, karena 'sunnah' itu apa-apa yang tidak bertentangan dengan Allah dan rosulNya."

Ibnu Rojab mengatakan :

ﻭ ‏« ﺍﻟﺴُّﻨﺔ ‏» ﻫﻲ ﺍﻟﻄﺮﻳﻖ ﺍﻟﻤﺴﻠﻮﻙ؛ ﻓﻴﺸﻤﻞ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﺘﻤﺴُّﻚ ﺑﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﻋﻠﻴﻪ ﺻﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠَّﻢ ﻫﻮ ﻭﺧﻠﻔﺎﺅﻩ ﺍﻟﺮﺍﺷﺪﻭﻥ ﻣﻦ ﺍﻻﻋﺘﻘﺎﺩﺍﺕ ﻭﺍﻷﻋﻤﺎﻝ ﻭﺍﻷﻗﻮﺍﻝ ، ﻭﻫﺬﻩ ﻫﻲ ﺍﻟﺴُّﻨﺔ ﺍﻟﻜﺎﻣﻠﺔ ، ﻭﻟﻬﺬﺍ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﺴﻠﻒ ﻗﺪﻳﻤًﺎ ﻻ ﻳُﻄﻠﻘﻮﻥ ﺍﺳﻢ ﺍﻟﺴُّﻨﺔ ﺇﻻ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﻳﺸﻤﻞ ﺫﻟﻚ ﻛﻠَّﻪ .

"Sunnah adalah jalan (hidup) yang pernah ditempuh di atasnya rosulullah dan juga khalifatu rosyidin, yang mencakup aqidah, amal perbuatan, ucapan dan ini sunnh yang sempurna. Oleh karena itu para salaf terdahulu tidak memutlakkan istilah sunnah melainkan atas apa yang mencakup di atas."

Demikian pula imam Al-Hasan, Fudhail dan al-Auza'i mendefinisikan sama.

*Bab mengagungkan sunnah*
firman Allah ,

ﻭَﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻟِﻤُﺆْﻣِﻦٍ ﻭَﻟَﺎ ﻣُﺆْﻣِﻨَﺔٍ ﺇِﺫَﺍ ﻗَﻀَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟُﻪُ ﺃَﻣْﺮًﺍ ﺃَﻥْ ﻳَﻜُﻮﻥَ ﻟَﻬُﻢُ ﺍﻟْﺨِﻴَﺮَﺓُ ﻣِﻦْ ﺃَﻣْﺮِﻫِﻢْ ‏[ ‏[ ﺍﻷﺣﺰﺍﺏ : 36 ‏] .

"Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka."
[al-Ahzab : 36]

‏ﻣَﻦْ ﻳُﻄِﻊِ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝَ ﻓَﻘَﺪْ ﺃَﻃَﺎﻉَ ﺍﻟﻠَّﻪَ‏[ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ : 80 ‏] .

"Barangsiapa yang taat Rosul maka sungguh dia taat Allah"

‏ﻟَﻘَﺪْ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻜُﻢْ ﻓِﻲ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃُﺳْﻮَﺓٌ ﺣَﺴَﻨَﺔٌ ﻟِﻤَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﺮْﺟُﻮ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺍﻟْﻴَﻮْﻡَ ﺍﻟْﺂَﺧِﺮَ ﻭَﺫَﻛَﺮَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ ‏[ﺍﻷﺣﺰﺍﺏ : 21 ‏] .

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah"

‏ﻭَﺇِﻥْ ﺗُﻄِﻴﻌُﻮﻩُ ﺗَﻬْﺘَﺪُﻭﺍ ﻭَﻣَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝِ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟْﺒَﻠَﺎﻍُ ﺍﻟْﻤُﺒِﻴﻦُ ‏[ ﺍﻟﻨﻮﺭ : 54 ‏] .

"Jika kalian mentaati nya (rosululah) niscaya kalian mendapat petunjuk, dan tiada lain tugas rosul melainkan menyampaiakan dengan nuata"

‏ﻓَﻠْﻴَﺤْﺬَﺭِ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳُﺨَﺎﻟِﻔُﻮﻥَ ﻋَﻦْ ﺃَﻣْﺮِﻩِ ﺃَﻥْ ﺗُﺼِﻴﺒَﻬُﻢْ ﻓِﺘْﻨَﺔٌ ﺃَﻭْ ﻳُﺼِﻴﺒَﻬُﻢْ ﻋَﺬَﺍﺏٌ ﺃَﻟِﻴﻢٌ‏[ ﺍﻟﻨﻮﺭ : 63 ‏] .

"Maka hendaknya orang² yang menyelisihi dari perintahnya akan ditimpa ekepada mereka fitnah atau ditimpa azab yang pedih"

ﺃَﻟَﻢْ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﺍ ﺃَﻧَّﻪُ ﻣَﻦْ ﻳُﺤَﺎﺩِﺩِ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟَﻪُ ﻓَﺄَﻥَّ ﻟَﻪُ ﻧَﺎﺭَ ﺟَﻬَﻨَّﻢَ ﺧَﺎﻟِﺪًﺍ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺫَﻟِﻚَ ﺍﻟْﺨِﺰْﻱُ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴﻢُ ‏[ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ : 63 ‏] .

"Tidakkah mereka (orang-orang munafik itu) mengetahui bahwasanya barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya neraka Jahannamlah baginya, dia kekal di dalamnya. Itu adalah kehinaan yang besar."

‏ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁَﻣَﻨُﻮﺍ ﻟَﺎ ﺗَﺮْﻓَﻌُﻮﺍ ﺃَﺻْﻮَﺍﺗَﻜُﻢْ ﻓَﻮْﻕَ ﺻَﻮْﺕِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺠْﻬَﺮُﻭﺍ ﻟَﻪُ ﺑِﺎﻟْﻘَﻮْﻝِ ﻛَﺠَﻬْﺮِ ﺑَﻌْﻀِﻜُﻢْ ﻟِﺒَﻌْﺾٍ ﺃَﻥْ ﺗَﺤْﺒَﻂَ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟُﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻧْﺘُﻢْ ﻟَﺎ ﺗَﺸْﻌُﺮُﻭﻥَ ‏ ‏[ ﺍﻟﺤﺠﺮﺍﺕ : 2 ‏] .

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebahagian kamu terhadap sebahagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu sedangkan kamu tidak menyadari."

Ibnul Qoyyim berkata yang berkaitan dengan ayat ini ; 'orang beriman diperingatkan dengan hancurnya amalan mereka dengan sebab memanggil rosulullah dengan suara keras, seperti mengeraskan suara pada sesama manusia. Namun bukan putus aman sebab murtad, namun karena maksiyat yang bisa menghapus amal sementara dia tidak sadar.

(ﺟﺎﻣﻊ ﺍﻟﻌﻠﻮﻡ ﻭﺍﻟﺤﻜﻢ ‏: ﺡ 28 ‏) .

Maka bagaimana lagi halnya orang² yang mendahulukan dan mementingkan ucapan orang biasa daripada ucapan rasulullah ? Maka bagaimana halnya orang yang berani menentang dan membantah ucapan rosulullah ? Bukankah ini lebih parah ?. Bukankah lebih hancur lagi amalannya?

( ﺍﻟﻮﺍﺑﻞ ﺍﻟﺼﻴﺐ ‏: ﺹ 24 ‏)
ﻭﻋﻦ ﺍﻟﻌﺮﺑﺎﺽ ﺑﻦ ﺳﺎﺭﻳﺔ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ : ﻭﻋﻈﻨﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣﻮﻋﻈﺔ ﻭﺟﻠﺖ ﻣﻨﻬﺎ ﺍﻟﻘﻠﻮﺏ ﻭﺫﺭﻓﺖ ﻣﻨﻬﺎ ﺍﻟﻌﻴﻮﻥ ﻓﻘﻠﻨﺎ : ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ، ﻛﺄﻧﻬﺎ ﻣﻮﻋﻈﺔ ﻣﻮﺩِّﻉ ، ﻓﺄﻭﺻﻨﺎ . ﻗﺎﻝ : ‏« ﺃﻭﺻﻴﻜﻢ ﺑﺘﻘﻮﻯ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ، ﻭﺍﻟﺴﻤﻊ ﻭﺍﻟﻄﺎﻋﺔ ﻭﺇﻥ ﺗﺄﻣﺮ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻋﺒﺪ ، ﻓﺈﻧﻪ ﻣﻦ ﻳﻌﺶ ﻣﻨﻜﻢ ﻓﺴﻴﺮﻯ ﺍﺧﺘﻼﻓًﺎ ﻛﺜﻴﺮًﺍ ، ﻓﻌﻠﻴﻜﻢ ﺑﺴﻨﺘﻲ ﻭﺳﻨﺔ ﺍﻟﺨﻠﻔﺎﺀ ﺍﻟﺮﺍﺷﺪﻳﻦ ﺍﻟﻤﻬﺪﻳﻴﻦ ﻣﻦ ﺑﻌﺪﻱ ، ﻋﻀﻮﺍ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺑﺎﻟﻨﻮﺍﺟﺬ ، ﻭﺇﻳﺎﻛﻢ ﻭﻣﺤﺪﺛﺎﺕ ﺍﻷﻣﻮﺭ ، ﻓﺈﻥ ﻛﻞ ﺑﺪﻋﺔ ﺿﻼﻟﺔ

Dari al-‘Irbadh bin Sâriah RA, dia berkata : Rasulullah SAW memberi wejangan kepada kami yang membuat hati terasa menciut dan mata berlinang. Maka kami lantas berkata: "Wahai Rasul, sepertinya ini wejangan seorang yang berpamitan meninggalkan (kami selamanya)?" lantas (aku berkata) "Mohon wasiatilah kami!" Kemudian beliau bersabda : “Aku berwasiat kepada kalian agar bertakwa kepada Allah dan senantiasa mendengar dan menta’ati meskipun orang yang memerintah (amir/penguasa) adalah seorang budak. Sesungguhnya siapa saja yang nanti hidup setelahku maka dia akan melihat terjadinya perselisihan yang banyak; oleh karena itu, berpeganglah kalian kepada sunnahku dan sunnah al-Khulafa ar-Rasyidin yang mendapat petunjuk (al-Mahdiyyin), gigitlah ia (sunnahku tersebut) dengan gigi geraham, dan tinggalkanlah oleh kalian urusan-urusan baru (mengada-ada dalam urusan agama) karena sesungguhnya setiap bid’ah itu adalah sesat” (HR. Abu Daud dan at-Turmuzi)

Sahabat yang Mulia Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiyallahu'anhu berkata,

ﻟﺴﺖ ﺗﺎﺭﻛﺎ ﺷﻴﺌﺎ ﻛﺎﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻌﻤﻞ ﺑﻪ ﺇﻻ ﻋﻤﻠﺖ ﺑﻪ ، ﻭﺇﻧﻲ ﻷﺧﺸﻰ ﺇﻥ ﺗﺮﻛﺖ ﺷﻴﺌﺎ ﻣﻦ ﺃﻣﺮﻩ ﺃﻥ ﺃﺯﻳﻎ

"Aku tidak pernah meninggalkan satu pun yang pernah diamalkan oleh Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam kecuali aku mengamalkannya, dan sungguh aku takut apabila aku meninggalkan satu perintah beliau maka aku akan tersesat." [Al-Ibaanah libni Batthoh, 1/246]

Maka Ibnu Batthoh berkata berkaitan dengan ucapan mulia ini :

ﻫﺬﺍ ﻳﺎ ﺃﺧﻮﺍﻧﻲ ﺍﻟﺼﺪِّﻳﻖ ﺍﻷﻛﺒﺮ ﻳﺘﺨﻮَّﻑ ﻋﻠﻰ ﻧﻔﺴﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺰﻳﻎ ﺇﻥ ﻫﻮ ﺧﺎﻟﻒ ﺷﻴﺌًﺎ ﻣﻦ ﺃﻣﺮ ﻧﺒﻴﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ، ﻓﻤﺎﺫﺍ ﻋﺴﻰ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻣﻦ ﺯﻣﺎﻥ ﺃﺿﺤﻰ ﺃﻫﻠﻪ ﻳﺴﺘﻬﺰﺋﻮﻥ ﺑﻨﺒﻴﻬﻢ ﻭﺑﺄﻭﺍﻣﺮﻩ ، ﻭﻳﺘﺒﺎﻫﻮﻥ ﺑﻤﺨﺎﻟﻔﺘﻪ ﻭﻳﺴﺨﺮﻭﻥ ﺑﺴﻨﺘﻪ؟ ..! ﻧﺴﺄﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺼﻤﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﺰﻟﻞ ، ﻭﻧﺠﺎﺓ ﻣﻦ ﺳﻮﺀ ﺍﻟﻌﻤﻞ

"Inilah wahai saudara-saudaraku Ash-Shiddiq yang terbesar, mengkhawatirkan dirinya akan tersesat apabila ia menyelisihi satu perintah Nabinya shallallahu'alaihi wa sallam, maka apa yang akan terjadi dengan orang-orangnya mengolok-olok Nabi mereka dan perintah-perintah beliau di masa ini, serta bangga dengan menyelisihi beliau dan mempermainkan sunnah beliau. Kita memohon kepada Allah penjagaan dari kesesatan, dan keselamatan dari amalan yang jelek." [Al-Ibaanah, 1/246]

Abu Qilabah berkata :

ﺇﺫﺍ ﺣﺪَّﺛﺖ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺑﺎﻟﺴُّﻨﺔ ﻓﻘﺎﻝ ‏« ﺩﻋﻨﺎ ﻣﻦ ﻫﺬﺍ ﻭﻫﺎﺕ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ ‏» ﻓﺎﻋﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﺿﺎﻝ .

"Apabila engkau berbicara dengan seseorang tentang sunnah, tapi dia berkata : 'singkirkan dariku ini (hadits) biarkan kami cukup dengan kitabullah (alQuran) saja', maka ketahuilah dia itu sesat"
(ﻃﺒﻘﺎﺕ ﺍﺑﻦ ﺳﻌﺪ ‏: 7/184 ‏) .

Yakni mereka tidak mengakui hadits alias kelompok Quraniyyun. Atau ingkarul hadits.
 Imam Dzahabi berkata :

ﻭﺇﺫﺍ ﺭﺃﻳﺖ ﺍﻟﻤﺘﻜﻠِّﻢ ﺍﻟﻤﺒﺘﺪﻉ ﻳﻘﻮﻝ ‏« ﺩﻋﻨﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﺍﻷﺣﺎﺩﻳﺚ ﺍﻵﺣﺎﺩ ﻭﻫﺎﺕ ﺍﻟﻌﻘﻞ ‏» ﻓﺎﻋﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﺃﺑﻮ ﺟﻬﻞ ، ﻭﺇﺫﺍ ﺭﺃﻳﺖ ﺍﻟﺴﺎﻟﻚ ﺍﻟﺘﻮﺣﻴﺪﻱ ﻳﻘﻮﻝ ‏« ﺩﻋﻨﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﻘﻞ ﻭﻣﻦ ﺍﻟﻌﻘﻞ ﻭﻫﺎﺕ ﺍﻟﺬﻭﻕ ﻭﺍﻟﻮﺟﺪ ‏» ﻓﺎﻋﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﺇﺑﻠﻴﺲ ﻗﺪ ﻇﻬﺮ ﺑﺼﻮﺭﺓ ﺑﺸﺮ ﺃﻭ ﻗﺪ ﺣﻞَّ ﻓﻴﻪ ، ﻓﺈﻥ ﺟﺒﻨﺖ ﻣﻨﻪ ﻓﺎﻫﺮﺏ ، ﻭﺇﻻَّ ﻓﺎﺻﺮﻋﻪ ، ﻭﺍﺑﺮﻙ ﻋﻠﻰ ﺻﺪﺭﻩ ، ﻭﺍﻗﺮﺃ ﻋﻠﻴﻪ ﺁﻳﺔ ﺍﻟﻜﺮﺳﻲ ﻭﺍﺧﻨﻘﻪ.

"Apabila kamu melihat orang filsafat ahlul bid'ah berkata : 'singkirkan dariku AlQuran dan hadits² ahad dan datangkan kepadaku *(pemikiran) akal*, maka ketahuilah dia itu *Abu Jahal*. Dan apabila kamu melihat orang sufi salik berkata : 'singkirkan dariku AlQuran, hadits² dan akal dan datangkan kepadaku *(dzauq) perasaan*, maka ketahuilah dia itu *Iblis* yang berwujud manusia. Jika kalian bertemu dengan manusia² seperti ini maka larilah darinya, kalau tidak bisa maka jatuhkan dia dan tepuk dadanya serta bacaan ayat kursy untuk meruqyahnya"
( ﺳﻴﺮ ﺃﻋﻼﻡ ﺍﻟﻨﺒﻼﺀ ‏: 4/472 ‏) .

Abu Hanifah berkata :

'Aku berkata kepada ibnu Abi Dzi'b : apakah kamu mengambil hadits ini wahai abul Harits? Maka Abul Harist menepuk dafku dengan keras seraya bersuara lantang,

ﺃﺣﺪِّﺛﻚ ﻋﻦ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﺗﻘﻮﻝ : ﺗﺄﺧﺬ ﺑﻪ؟ ..! ﻧﻌﻢ ، ﺁﺧﺬ ﺑﻪ ، ﻭﺫلك ﺍﻟﻔﺮﺽ ﻋﻠﻲّ ﻭﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺳﻤﻌﻪ ، ﺇﻥَّ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﺧﺘﺎﺭ ﻣﺤﻤﺪًﺍ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻓﻬﺪﺍﻫﻢ ﺑﻪ ﻭﻋﻠﻰ ﻳﺪﻳﻪ ، ﻭﺍﺧﺘﺎﺭ ﻟﻬﻢ ﻣﺎ ﺍﺧﺘﺎﺭ ﻟﻪ ﻭﻋﻠﻰ ﻟﺴﺎﻧﻪ ، ﻓﻌﻠﻰ ﺍﻟﺨﻠﻖ ﺃﻥ ﻳﺘَّﺒﻌﻮﻩ ﻃﺎﺋﻌﻴﻦ ﺃﻭ ﺩﺍﺧﺮﻳﻦ ، ﻻ ﻣﺨﺮﺝ ﻟﻤﺴﻠﻢ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ. ﻗﺎﻝ : ﻭﻣﺎ ﺳﻜﺖَ ﺣﺘﻰ ﺗﻤﻨﻴﺖُ ﺃﻥ ﻳﺴﻜﺖ .

"aku menyampaikan hadits dari rosulullah, dan kamu mah berkata : 'apakah kamu mengambilnya ?' Ya. Jelas aku pasti mengambilnya. Dan itu wajib bagiku dan bagi orang yang mendengarnya. Sesungguhnya Allah memilih Muhammad di antara manusia, maka mereka mendapatkan petunjuk karenanya.
(ﺍﻟﺮﺳﺎﻟﺔ ﻟﻠﺸﺎﻓﻌﻲ ‏: ﺹ 450 ‏)

Imam asSyafi'i berkata :

ﺃﺟﻤﻊ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻮﻥ ﻋﻠﻰ ﺃﻥَّ ﻣﻦ ﺍﺳﺘﺒﺎﻥ ﻟﻪ ﺳُﻨﺔ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻟﻢ ﻳﺤﻞّ ﻟﻪ ﺃﻥ ﻳﺪﻋﻬﺎ ﻟﻘﻮﻝ ﺃﺣﺪ .
"Telah sepakat kaum muslimin bahwa barang siapa yang telah jelas baginya sunnah rosulullah, maka tidak halal baginys meninggalkan sunnah tersebut hanya karena omongan orang"
(ﺇﻋﻼﻡ ﺍﻟﻤﻮﻗﻌﻴﻦ ‏: 2/282 ‏) .

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺤﻤﻴﺪﻱ :
ﺭَﻭﻯ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻳﻮﻣًﺎ ﺣﺪﻳﺜًﺎ ﻓﻘﻠﺖ : ﺃﺗﺄﺧﺬ ﺑﻪ؟ ﻓﻘﺎﻝ : ﺭﺃﻳﺘﻨﻲ ﺧﺮﺟﺖ ﻣﻦ ﻛﻨﻴﺴﺔ ﺃﻭ ﻋﻠﻲ ﺯﻧﺎﺭ ﺣﺘﻰ ﺇﺫﺍ ﺳﻤﻌﺖ ﻋﻦ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺣﺪﻳﺜًﺎ ﻻ ﺃﻗﻮﻝ ﺑﻪ؟

"Imam Syafi'i suatu hari meriwayatkan hadits, maka aku bertanya : 'apakah engkau menerimanya ?' Maka beliau berkata : 'apakah kamu melihatku keluar dari gereja atau aku harus dicambuk jika aku mendengar hadits dari rasulullah lalu aku tidak mengatakannya ?"
(ﺣﻠﻴﺔ ﺍﻷﻭﻟﻴﺎﺀ ‏: 9/106 ‏)

ﻗﺎﻝ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﺣﻨﺒﻞ :
ﻣﻦ ﺭﺩ ﺣﺪﻳﺚ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻬﻮ ﻋﻠﻰ ﺷﻔﺎ ﻫﻠﻜﺔ .

"Siapa yang menolak hadits nabi maka dia berada pada jurang kebinasaan"
(ﻭﺍﻹﺑﺎﻧﺔ ‏: 1/260 ‏) .
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺒﺮﺑﻬﺎﺭﻱ :

ﻭﺇﺫﺍ ﺳﻤﻌﺖ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻳﻄﻌﻦ ﻓﻲ ﺍﻵﺛﺎﺭ ﺃﻭ ﻳﺮﻳﺪ ﺍﻵﺛﺎﺭ ، ﻓﺎﺗﻬﻤﻪ ﻋﻠﻰ ﺍﻹﺳﻼﻡ ، ﻭﻻ ﺗﺸﻚ ﺃﻧﻪ ﺻﺎﺣﺐ ﻫﻮﻯ ﻣﺒﺘﺪﻉ .
"Jika kamu mendengar seseorang yang dia mencela atsar atau menghina atsar maka curigailah Islamnya, dan jangan ragu bahwa dia itu pelaku bid'ah dan pengikut hawa nafsu"
( ﺷﺮﺡ ﺍﻟﺴﻨﺔ‏ ﺹ: 51 ‏)

ﻭﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺍﻟﻘﺎﺳﻢ ﺍﻷﺻﺒﻬﺎﻧﻲ :
ﻗﺎﻝ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴُّﻨﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻠﻒ : ﺇﺫﺍ ﻃﻌﻦ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻋﻠﻰ ﺍﻵﺛﺎﺭ ، ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳُﺘﻬﻢ ﻋﻠﻰ ﺍﻹﺳﻼﻡ

"Ahlussunnah dari kalangan terdahulu berkata : apabila ada seseorang mencela atsar (hadits) maka hendaknya dicurigai keislamannya"
(ﺍﻟﺤﺠﺔ ﻓﻲ ﺑﻴﺎﻥ ﺍﻟﻤﺤﺠﺔ ‏: 2/428 ‏) .
========
 Semoga bermanfaat
ودكم أبو الحسن